hai. kamu lagi-lagi duduk termenung di sudut cafe itu. wajah kamu
pun terlihat pucat walaupun masih terlihat sehat. pasti karena
latihan beladiri yang hampir setiap hari kamu lakukan. latihan yang membuat tubuh kamu semakin berisi dan terbentuk. tidak tertarik aerobik
(pertanyaan basi ya)? seperti halnya para wanita lain
seusiamu. tapi, ah.. kamu memang selalu berbeda. bahkan kamu sendiri
yang mengatakan bahwa kamu selalu ingin tampil berbeda dari orang lain.
hebat..
tapi.. yang pasti kamu itu memang orang baik. itu yang membuat saya betah di sisi kamu (namun itu pun karena saya memang tidak bisa meninggalkan kamu hingga saatnya tiba).
kamu selalu memikirkan orang lain atau makhluk lain yang tidak pernah
kamu kenal sebelumnya. saya jadi ingat ketika kamu memberi makan anjing
kecil yang ‘menangis’ di pojokan jalan rumahmu. atau.. kamu yang membeli
sekantung pisang dari seorang bapak penjual yang sangat tua sekali.
kamu bahkan menitikkan air mata karenanya. ah.. ternyata kamu
melankolis sekali yah. berbeda jauh dengan apa yang kamu perlihatkan
pada orang lain. saya beruntung bisa melihat sosok lain dari kamu.
beberapa minggu ini, saya sering memandang kamu dari kejauhan
(beberapa kali juga kadang dari dekat sekali). namun kamu pasti tidak pernah
menyadari kehadiran saya. kamu kadang menangis kecil di depan notebook
kecil kamu itu. mata kamu menerawang jauh. memandang kaca jendela di
depanmu. namun, kamu selalu hapus dengan tanganmu yang indah itu. kamu
kadang berteriak betapa hidup ini tidak adil. kamu kadang ingin tidak
dilahirkan saja. tapi kalau kamu tidak dilahirkan, saya tentu tidak
akan bertemu dengan wanita super seperti kamu dong. kamu seringkali
berteriak di dalam kamar dan dilanjutkan dengan ritual menangis di
bawah bantal putih kamu. esoknya, kamu kembali berada di kantor dengan
sosok yang lain. sosok yang tegar. sosok yang mandiri. sosok wanita
super dambaan saya. kamu memang hebat, bisa menutupi semua itu.
padahal kamu itu wanita yang paling beruntung.. wajah kamu cantik… ayah kamu kaya..
gaji kamu? waaah.. jangan tanya. apa yang kamu inginkan hanya tinggal
mengejapkan mata dan semua sudah ada di genggaman. dengan
banyaknya materi yang kamu punya itu membuat saya tidak ada gunanya
buat kamu. walaupun menurutmu, kamu merasa nyaman di samping saya
karena saya pendengar yang baik.
namun, saya juga ingin pergi meninggalkan kamu. masih banyak yang
harus saya lakukan di dunia saya. tapi saya tidak bisa pergi dari kamu,
sampai saya mengabulkan tiga permintaan kamu. itu syaratnya, karena
kamu sudah membebaskan saya setahun yang lalu.
tapi.. permintaan kamu kemarin, membuat saya pusing. waduuh.. saya
baru dengar itu. dan kamu bahkan gak pernah mau merubah permintaan itu.
sepanjang 1792 tahun saya hidup, baru kali ini saya mendapat permintaan
seperti itu. saya, jujur saja, tidak tahu bentuknya. kamu tidak
mengada-ngada kan? bukan supaya saya tidak pergi dari kamu kan? secara
kamu sudah tahu syarat yang bisa membuat saya pergi meninggalkan kamu.
tapi, saya percaya, permintaan kamu itu pasti dari dalam hati yang terdalam.
saya pernah dengar hal itu. namun, di dunia kamu.. hal tersebut tidak
pernah ada yang memilikinya. seperti halnya dongeng sepatu kaca cinderela
ataupun tongkat raja midas, walaupun saya bisa kasih kamu kedua hal
itu (tuh kan, dongeng saja masih bisa saya kabulkan). tapi untuk yang ini..
saya nyerah deh. jadi.. kamu tidak usah berharap untuk memiliki hal
itu ya?
saya mohon.. kamu jangan seperti ini terus. saya tidak tahan
melihat kamu seperti ini. dunia kamu seperti hilang. kamu menjadi orang
yang berbeda dengan pertama kali saya kenal di tempat sampah. kamu yang
dengan cerianya membawa saya ke kamar kamu yang cantik. kamu yang
membuat saya bisa melihat dunia kamu. kamu yang menjungkirbalikan
definisi saya terhadap seorang wanita. kamu yang hebat.
so, please.. biarkan saya menjalankan tugas saya sebagaimana mestinya. mintalah tiga hal yang lain. yang pernah diminta manusia lain pada saya. jangan meminta.. cinta pada saya.
saya tidak tahu bagaimana mengabulkannya. saya cuma jin bodoh yang
hanya tahu materi dan bukan hal abstrak seperti itu. maafkan saya.
sebuah re-post dari masa lalu. untuk seorang wanita hebat yang pernah saya kenal. (dan gue bukan jin!!)