aaqq's posts with tag: berau

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag berau
Blog Entryremahan surga berau di majalah eveMay 6, '08 4:38 AM
for everyone

mei ternyata bulan yang indah buat gue.. at least awal-awal bulannya, huehehehe. selain gaji masuk, cuaca makin membaik dan gue sepedahan mulu *dan jadi sehat toh?*, kemaren gue dapet ipod-touch, dan........ untuk pertama kalinya pula.. artikel gue masuk di majalah!!! majalah eve-indonesia pula!!! *guling-guling.. sambil nangis darah saking gak percaya*

artikel yang gue buat bercerita tentang traveling di berau.. one of my favorite places in indonesia. tempat gue penelitian.. tempat gue jalan-jalan-jalan.. tempat di mana gue menemukan banyak orang-orang baik dan hebat. i can't wait to go there again, end of this year. mau ikut? hayu hayu hayu...

thanks buat guni yang maksa-maksa gue buat nulis *tapi worth banget kok*.. redaktur eve indonesia.. ija buat foto underwaternya.. wiwin buat editan awalnya (juga imey dan guna yang baca duluan)..  dan tentunya orang-orang di berau yang bikin ini semua jadi lebih mudah untuk ditulis. so? buruan beli majalahnya yah.. mulai terbit besoktuh!

click for larger image


Blog Entryketika lima bulan berlaluDec 14, '07 4:57 PM
for everyone

akhirnya.. perjalanan lima bulan kemarin pun berakhir. lima bulan di indonesia benar-benar menjadi satu chapter dalam hidup (as i predicted before) yang tidak bisa di-ignored begitu saja. perkenalan dengan banyak orang baru di jakarta, bogor, bali, berau dan bahkan di internet (hai-hai *dadah-dadah*.. kalian memang menyenangkan, helpful, baik hati, gila, heboh, lucu... pokoknya top!!), bertemu dengan sahabat-sahabat lama (you guys showed me what's the meaning of true friendship....), bertemu keluarga tercinta yang ternyata tetap berada di atas segala hal di dunia ini (love you guys..), merasakan kupu-kupu di perut selama beberapa kali (walaupun akhirnya ia terbang entah kemana), merasakan banyak kepahitan hidup (reality bites.. meneer!!), muncul di koran nasional (lihat di sini kalau tidak percaya.. hahahaha), jungkir balik keluar masuk desa di berau sana, kerja sekaligus liburan di tempat terindah di indonesia, snorkeling bersama empat sahabat hebat, menjadi guide untuk sahabat-sahabat pirang yang belum pernah tahu indonesia, pindahan rumah, presentasi hasil riset berau untuk pertama kalinya (di bali pula!!), kehilangan layar pada notebook tercinta, hunting foto dan berdebat bersama 3 sahabat hingga jam 2 pagi di sarinah untuk sebuah hal yang bernama benang merah, adalah sebagian hal yang saya dapat selama lima bulan kemarin. dahsyat bukan?

More...pada saat kepulangan, kecemasan akan banjir di sepanjang perjalanan, ternyata malah membuat saya terlalu cepat datang ke bandara soekarno hatta. saya pun harus menunggu 4 jam sebelum pesawat siap berangkat. ah tapi itu jauh lebih baik dibandingkan terburu-buru bukan? lalu, rasa girang akibat kesuksesan tidak membayar sejuta rupiah untuk secarik kertas bernama fiskal, pun hanya berlangsung sesaat. saya kembali melakukan kebodohan administrasi yang kesekian kalinya *hiks.. kebodohan genetis kah?*. paspor saya ternyata hanya berumur tiga bulan lagi, dan syarat untuk terbang ke luar negeri adalah enam bulan. huaaa..

dag dig dug perasaan ini melewati jalur pemeriksaan imigrasi. tak salah lagi.. paspor saya dinyatakan expired oleh mas-mas penjaga loket imigrasi. lemas, letih, lesu, lunglay, dan lalay langsung menimpa saya. tiba-tiba, dalam kecemasan itu.. saya berinisiatif mengeluarkan kartu ajaib dari pemda (pemerintah belanda) yaitu... residence permit!!! dengan pede saya bilang.. mas, saya residen belanda.. ini kartu saya. perlahan ia pun mulai melunak.. seraya berkata: mas, kalau sudah tiba.. langsung perpanjang paspornya di KBRI ya. fiuuuh.. yippy!! akhirnya saya melenggang menuju gerbang keberangkatan dengan perasaan lega. semoga ini menjadi kebodohan terakhir saya, atau at least, tidak sebanyak tahun yang lalu. huehehe.

perjalanan ke belanda pun begitu cepatnya. setelah transit di singapore, 12 jam perjalanan menuju amsterdam dilalui dengan tidak terasa. bertemu orang indonesia dalam perjalanan memang menyenangkan. saya pun tak ragu untuk tersenyum dengan siapapun yang bermuka indonesia. saya bahkan disangka pelaut oleh beberapa pelaut indonesia yang hendak kembali bekerja di rotterdam. saya hanya bisa tersenyum kecut mendengar pertanyaan mereka. wajah saya memang lebih cocok untuk menjadi pelaut yah? saya pun berkenalan dengan seorang bapak yang anaknya ternyata seorang pemain sinetron terkenal di indonesia. namun sayang, saya ternyata tidak mengenal anaknya *langsung membuka google*. eh tapi ternyata menjadi pemaen sinetron itu enak yah? hahaha..

di pesawat saya pun merasakan sebuah hal bernama karma. sejak dulu, entah sudah beberapa orang yang protes dengan suara tidur saya, dan saya hanya tertawa. karma memang berjalan tanpa melihat tempat dan waktu. saya ternyata mendapat tempat duduk di kursi tengah di antara bapak-bapak yang sesekali mengorok kencang pada kuping kanan dan kiri. huaaaa...  mantap sekali bukan? hal itu membuat saya memikirkan komplain sahabat-sahabat saya dahulu. ini kah karma? saya pun hanya bisa mengurut dada, sembari mengutuki diri yang lupa membawa obat tidur paling cespleng sedunia... antimo.

dan sekarang.. saya sudah berada di sebuah kamar yang hangat, tak jauh dari pusat kota utrecht, tinggal bersama 5 orang belanda lainnya dalam satu lantai, berbagi dapur dan toilet, serta mulai berbelanja, memasak dan mencuci sendiri lagi. ah, semoga menjadi rumah yang menyenangkan. saya pun sudah mulai beraktifitas di kampus yang semakin nyaman. beberapa kolega lama dan baru menyambut dengan antusias, membuat saya feel at home. saya pun bahkan sudah mulai merasakan kupu-kupu di perut. ah tapi kibaskan saja dulu yah? belum waktunya untuk bermain dengan kupu-kupu bukan? masih banyak pekerjaan dan tanggung jawab yang menanti di minggu-minggu mendatang.. and i'm excited with those!! udara belanda pun sudah sangat dingin. kemarin bahkan mencapai 3 derajat celcius, brrrr..

semoga chapter mendatang bisa menjadi bagian yang menarik dalam hidup seorang aaqq. doakan saya ya. amin.


Photo Albumberau 7.0 - an epilogue (37 photos)Nov 26, '07 3:09 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
sedikit terlambat memang. sudah dua minggu lebih saya meninggalkan tempat itu. terlalu banyak.. hal yang saya dapat di sana, mulai dari pengalaman, persahabatan, nutrisi jiwa dan hal-hal tidak enak pun sempat hadir. perjalanan belum selesai, masih akan ada lagi seri perjalanan ke berau dalam masa-masa mendatang.

banyak hal yang perlu diselesaikan.. masih banyak titik yang perlu dijelajahi.. dan masih banyak pertanggungan yang harus di jawab.. *naon seeeh*. sampai bertemu lagi.. kawan-kawan. terima kasih untuk sebuah penyambutan yang hangat dari timur laut kalimantan.

berikut beberapa jepretan yang sempat saya ambil di kota tanjung redep dan sekitarnya. enjoy kan lah!!

ddd
dThumbnaild
ddd
senang rasanya dikunjungi sahabat-sahabat di tempat di mana kita bekerja.. dan mereka menjadikan perjalanan, pekerjaan, dan liburan ini menjadi seperti surga. derawan, maratua, sangalaki dan kakaban pun menjadi surga bagi kami semua, lima anak muda yang haus petualangan. huekekekek.. thanks to ija, atta, alaya dan degi untuk menjadi teman perjalanan yang menyenangkan.

oyah.. foto underwater.. semuanya milik ija yah.. untung dia bawa.. fiuh..

Photo Albumberau 5.0 - ramadhan di tanah berau (19 photos)Oct 23, '07 11:05 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
sedikit terlambat.. mudah-mudahan tidak mengurangi maknanya
*naoooon cobaaaaa*

sebagian besar diambil di mesjid agung berau.. yang konon menghabiskan biaya sebesar 6 milyar rupiah.. mantap bow..

Blog Entryberau 5.0: ramadhan di tanah berauOct 11, '07 11:39 PM
for everyone

ramadhan di tanah berau..
adalah berpuasa dengan hawa yang sangat panas, di mana matahari bersinar dengan kencangnya, tepat di atas ubun-ubun pada saat siang menjelang. lokasinya yang berada tak jauh dari garis ekuator, begitu menguji keimanan untuk terus berpuasa. panas.. panas.. panas..

More...ramadhan di tanah berau..
adalah bersahur bersama ‘keluarga baru’ di kost-an tanjung redep, yang dengan setia me-miss call-kan saya pada jam 3 subuh, kadangkala dengan gedoran di pintu akibat malas bangun. juga pengalaman sahur dengan sahabat-sahabat baru, yang dengan baiknya memasak serta membangunkan saya ketika saya berada di kampung. thanks, tri!!

ramadhan di tanah berau..
adalah rasa bangga melihat sang bapak pemilik rumah memasak untuk sahur di hadapan istri, ketiga anak lelakinya, keponakannya, serta satu orang asing dari tanah jawa. ikan kakap asam manis, tempe kecap, ataupun capcay menjadi menu sahur yang sangat sayang untuk dilewatkan. sebuah kebiasaan yang membuat saya berjanji untuk belajar memasak lebih baik lagi, juga keinginan untuk memiliki anak (heh, naon hubungan nana?).

ramadhan di tanah berau..
adalah sebuah gelak tawa riang hingga menggelegar ketika menonton adul, olga dan komeng di trans tv. sebuah ketololan yang menjadi teman penanti subuh selama sebulan penuh. u guys rock!!

ramadhan di tanah berau..
adalah sebuah sebuah kucing-kucingan untuk bisa tidur cepat. karena, jika tidak, maka kita akan terdahului oleh rombongan pembangun sahur yang menggunakan satu buah mobil pick-up, dilengkapi sound system segede-gede bagong, suara menggelegar hingga kaca bergetar, plus lagu-lagu dangdut terbaru yang akan melintas di depan rumah hingga mayat pun dapat terbangun. sepanjang puasa, sudah beberapa kali mereka sukses membangunkan ataupun membuat saya begadang hingga sahur. dahsyat.

ramadhan di tanah berau..
adalah sebuah ketakjuban ketika menjelajahi sebuah desa dayak yang sebagian besar beragama nasrani. sebuah penghargaan atas puasa saya dapatkan dari seorang sahabat baru, yang juga local guide saya. ia dengan rajinnya membangunkan dan ikut sahur selama tiga hari berturut-turut di tengah gelap gulitanya kampung yang memang belum ada listrik. walaupun, pada pukul 9 pagi, secara diam-diam ia pun kembali menyantap sarapan bersama keluarganya. thanks a lot, tor!

ramadhan di tanah berau..
adalah penjelajajahan kuliner berbuka puasa khas berau. dengan makanan pembuka yang sangat beragam. mereka menjualnya dimana-mana, mulai dari pelataran mesjid agung, pasar, hingga di depan rumah. sebuah kemeriahan puasa yang tidak saya dapatkan selama beberapa tahun terakhir ini.

ramadhan di tanah berau..
adalah berbuka puasa bersama sahabat-sahabat baru dengan berbagai tipe dan latar belakang. juga sebuah cara baru berbuka yang baru, dimana nasi langsung disantap tanpa basa-basi sesaat setelah beduk berbunyi. kan kudunya berbuka dengan yang manis dulu yaaa…

ramadhan di tanah berau..
adalah rasa haru ketika melihat kegembiraan para adik-adik yang melihat kakaknya pulang dari rantau. sebuah rasa gembira atas rindu yang terlepas setelah setahun tak bertemu. sebuah ekspresi yang membuat saya menyesal karena tidak pulang pada lebaran kali ini. saya rindu bogor dan mereka...

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
SEMOGA KITA BISA MENEMUKAN SEBUAH MAKNA KEMENANGAN DALAM PERJALANAN RAMADHAN KALI INI.
AMIN.

Blog Entryberau 4.0 - di tengah birunya laut berauSep 11, '07 1:52 PM
for everyone
perjalanan saya kali ini menuju sisi sebelah timur kabupaten berau. ke arah laut tepatnya. ada dua desa yang menjadi tujuan utama saya, yaitu tanjung batu di pesisir dan derawan di tengah gugusan pulau-pulau cantik itu.

empat jam
niat baik memang tak selamanya akan berjalan dengan baik pula. dengan semangat enam sembilan dan keinginan untuk bisa buru-buru melakukan penelitian di desa, saya bangun pagi-pagi sekali dan membawa barang ke sebuah pengkolan di tepian sungai segah. beberapa mobil kijang angkutan ke desa tanjung batu sudah berjejer di sana. jam 9 pagi saya pun bersiap di mobil. belum ada siapa-siapa. ah.. menunggu muatan mungkin. sejam..dua jam.. saya mulai curiga. si supir juga mulai terlihat gelisah. beberapa kali mengatakan ke saya untuk menunggu sebentar lagi. alhasil.. setelah tiga jam menunggu, kesabaran saya memuncak dan siap meluapkan kemarahan. namun, si supir dengan santainya mengatakan, "nanti jam 1 kita berangkat ya mas". whaaaaaaaaaaat??

akhirnya.. dengan nafas yang tersisa saya sabarkan hati ini, menunggu beberapa penumpang yang ternyata sudah ada sejak tadi pagi. mereka dengan santainya sedang berbelanja di pasar, mengambil gaji bulanan mereka sebagai guru, dan beberapa bahkan sedang makan di warung terdekat. yang lain, bahkan di jemput di rumahnya. sialaaaaaan!!!

More...desa tanjung batu
dua setengah jam perjalanan membuat saya lelah. belum lagi menunggu selama 4 jam. dunia memang sempit, orang dan rumah yang saya tuju ternyata adalah adik dari si supir. saya gak bisa berkata apa-apa lagi. jika saya tadi memaki-maki sang supir, mungkin saya sudah merasa tidak enak tidur di rumah sang adik. teh manis hangat dan rombongan guru smk kelautan berau yang baru, menyambut saya. mereka ternyata juga tinggal di tempat yang sama karena belum mendapat rumah tinggal yang layak untuk ditempati. para guru-guru yang relatif muda dan baru saja lulus dari kuliah, begitu bersemangatnya bekerja di tempat baru namun terpencil ini. saya melihat semangat yang begitu menggebunya untuk mendidik para murid-murid mereka. salut saya pada semangat yang ada.

desa tanjung batu ternyata relatif maju. sinyal telkomsel saya bahkan begitu kencangnya di hape. para nelayan begitu beragamnya memiliki alat komunikasi tersebut. hape telah membuat usaha mereka menjadi maju, mulai dari pemesanan ikan, penyewaan perahu dan mobil, serta urusan-urusan lainnya. tanjung batu mulai menggeliat.

bersama manto, teman baru saya, kami pun mencoba untuk memancing di ujung dermaga laut sana. berbekal umpan yang cukup banyak, di tengah dinginnya angin malam, kami lemparkan tali pancing. langit yang cerah, gelapnya malam, dan kesunyian laut membuat saya termenung. jutaan bintang menemani saya malam itu. saya merasa kecil dan bukan siapa-siapa. malam itu, saya ternyata hanya memberi makan ikan-ikan di laut. tak satupun kerapu atau kakap merah bisa saya dapat. mereka lebih pintar rupanya.

pulau derawan
setelah berkelana di tanjung baru selama lima hari, perjalanan saya lanjutkan ke pulau derawan. menggunakan speed boat carteran, saya meluncur ke pulau melewati ratusan bagan yang berdiri di tengah-tengah laut. bagan yang dari kejauhan berbentuk seperti panggung dengan rumah kecil di atasnya, digunakan sebagai alat untuk menangkap ikan teri di malam hari. jaring yang ada di bawah panggung, di turunkan selama beberapa saat sebelum memanen para teri-teri yang terperangkap di dalamnya.

saya pun melewati ratusan burung camar yang terbang rendah ke arah permukaan laut. mereka berlomba-lomba memangsa ikan yang berada di situ. keberadaan burung camar pun digunakan sebagai penanda bagi para nelayan untuk menentukan tempat pengambilan ikan. berbagai aktivitas mencari ikan oleh para nelayan menjadi pengiring keberangkatan saya ke pulau derawan.

derawan menyambut saya dengan ramah. cuaca yang sangat cerah, langit yang biru, panas yang tidak begitu menyengat, pasir yang putih, laut yang sangat biru, serta terumbu karang dan ribuan ikan-ikan yang jelas terlihat dari atas perahu yang saya gunakan, seperti bersatu membuat harmoni indah di semua panca indera ini.

esok harinya, beberapa saat setelah menyelesaikan interview, saya selalu langsung melesat ke laut untuk snorkeling. hamparan terumbu karang berbagai warna dan ratusan, bahkan ribuan jenis ikan beraneka warna berada di hadapan saya. bahkan, beberapa ekor penyu hijau pun tak ragu untuk melintas di hadapan saya. namun saya kalah lihai dibanding mereka. sulit sekali untuk bisa mengejar mereka, walalupun hanya untuk menyentuh punggungnya.

malam hari pun menjadi waktu eksplorasi bagi para penyuka penyu. kita bisa melihat proses mereka bertelur di beberapa bagian pulau. tak hanya derawan, beberapa pulau di sekitarnya seperti pulau sangalaki dan pulau maratua menjadi tempat favorit para penyu bertelur. jika air pasang, maka dengan mudah kita bisa menemukan puluhan atau bahkan ratusan penyu mengeluarkan bakal calon tukik di lubang yang mereka buat sendiri.

walaupun usaha perdagangan telur penyu masih marak, segelintir usaha penangkaran sudah dilakukan oleh beberapa pihak yang berwenang. setidaknya, masih banyak para calon penerus penyu hijau ini di masa mendatang kelak. namun, entah berapa banyak yang bisa bertahan. karena hanya sedikit persentase tukik penyu yang bisa hidup setelah mereka berada di laut lepas. predator seperti hiu dan lainya siap menjadikan mereka sebagai mangsa yang lezat.

pulau derawan memang menyimpan pesona yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. saya pun terbuai oleh remahan surga yang terjatuh di kabupaten berau ini. amazing.

bertemu kembaran
oya, di suatu sore, ketika saya berada di ujung dermaga selepas melakukan snorkeling, tiba tiba saya dikejutkan oleh suara kapal besar yang merapat di dermaga. ternyata rumor yang saya dengar beberapa hari yang lalu benar adanya. kembaran saya, nicolas saputra, memang sedang melakukan pengambilan gambar di kepulauan derawan ini. bersama riri riza dan kru-kru lainnya, mereka tampak menurunkan beberapa peralatan di dermaga. dengan wajah sok cuek namun penasaran, saya membereskan perlengkapan lenong menyelam, sembari sesekali mencari sosok sang seleb. ah, ternyata memang hanya sedikit saja perbedaannya. dia keriting dan saya tidak. lainnya, bisa dibandingkan sendiri.

malam itu, saya hanya bisa tergelak melihat beberapa orang begitu ramainya berada di penginapan. mereka berama-ramai mengeluarkan hape berkamera keluaran terbaru dan berpose bersama sang idola. melihat semua itu, saya hanya bersyukur, ternyata menjadi orang biasa itu lebih menyenangkan *huakakakakak.. menghibur diri mode on*.

maaf.. untuk perjalanan kali ini.. saya benar-benar speechless. tak banyak yang bisa saya katakan. just let the pictures describe their own stories. you may see the pictures here


ddd
dThumbnaild
ddd
a picture says thousand words... dan itu bener. saya begitu speechlessnya.. sehingga gak tau harus menuliskan apa di perjalanan kali ini.


Blog Entryberau 2.0Aug 15, '07 11:21 AM
for everyone
SPOILER: sumpah ini PANJANG banget.. kalo males baca mending tinggalin ajah.. hueheheh

...dahulu kala, para lelaki dayak gaai yang berniat menikah, harus melakukan tradisi mengayau terlebih dahulu. pengayauan adalah sebuah tradisi memenggal kepala orang lain, biasanya dari suku dayak yang lain, yang menandakan lelaki yang bersangkutan telah siap untuk menikah. bagi wanitanya, ia harus bersedia untuk ditato pada bagian tangan dan kakinya, yang menandakan ia sudah siap untuk dinikahkan...


sepenggal cerita seorang ketua adat suku dayak gaai (dibaca: ga-ay, jangan dibaca gay apalagi dianggap gey.. jauh banget) mengiringi kedatangan saya pada dua desa di bagian tengah kabupaten berau ini. memasuki desa yang hanya berjarak dua jam perjalanan saja dari ibukota kabupaten, mata ini sudah disuguhi debu jalanan yang bisa membuat putih wajah akibat deru motor dan mobil yang sesekali lewat. musim kering yang masih berlanjut, membuat jalanan tanah yang hanya diberi pasir dan batu ini semakin terlihat kering.

bertempat tinggal pada sebuah keluarga kecil yang baik hati, membuat saya merasa nyaman di sana. dengan dua anak yang masih kecil-kecil pasangan muda ini cukup beruntung mendapatkan rumah dari perusahaan tempat mereka bekerja karena memiliki kapasitas listrik 24 jam. tidak seperti rekan-rekan suaminya yang bertempat di desa lain, yang hanya berlistrik selama setengah hari. belum lagi keberadaan sinyal telepon selular di desa itu, walaupun hanya berada di beberapa sudut rumah saja. di rumah lain, bahkan saya melihat sebuah telepon selular digantung di depan rumah hanya untuk mendapatkan sinyal yang stabil. namun, sang suami yang menjadi community development di desa itu tetaplah merasa bahwa keinginan dan aspirasi masyarakat lokal maupun pendatang terhadap perusahaan tambang dimana dia bernaung seringkali membuatnya tertekan. sebuah resiko pekerjaan yang memang harus ditanggungnya.

kedua desa ini memiliki masyarakat asli yang telah hidup disana puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. atas permintaan mereka juga, sejak tahun pertengahan 1990an telah didatangkan ratusan jiwa dari pulau jawa dan sulawesi untuk meramaikan kedua desa mereka. bertameng sebuah program lawas yang banyak di kritik, yaitu transmigrasi, para transmigran itu pun mengadu nasib dan merubah ktp mereka di tanah kalimantan ini.

bukan hal mudah memang hidup di tanah orang. gesekan budaya dan kebiasaan seringkali menjadikan sebuah bom waktu yang siap meledak kapan saja. syukurlah, hingga saat ini keadaan mereka tetap tenang dan damai, walaupun ketidakadilan dalam sistem pemerintahan desa kerap mewarnai kehidupan mereka. namun, kedatangan masyarakat transmigran ini pun ternyata berpengaruh pada pola pertanian masyarakat dayak dan melayu. lambat laun, pola perladangan berpindah mereka pun berubah menjadi lebih permanen seperti layaknya orang-orang dari pulau jawa itu.

namun jangan bayangkan kehidupan orang dayak gaai ini seperti penduduk suku asing di jaman dahulu. telepon selular dan televisi sudah bukan barang mewah lagi disana. parabola bahkan menjadi peralatan wajib di setiap rumah di sana. anak-anak disana bahkan dengan hapalnya beberapa karakter dalam film kartun sponge bob dan dora. bahkan seorang bapak tua dapat dengan hebatnya menyebutkan nama-nama finalis kdi 4 di tpi. ckckck.

kemajuan zaman memang telah masuk ke sana. tak heran, konflik dengan perusahaan sekitar pun banyak didasari pada keinginan untuk meraih uang sebanyak-banyaknya. mumpung ada sumber uang. bahkan, mereka pun menginginkan supaya perusahaan dapat membangunkan mereka sebuah kebun karet, mulai dari penebasan lahan hingga siap panen. sedangkan mereka hanya menyediakan lahan warisan nenek moyang mereka. setelah siap panen, barulah mereka siap menerimanya. ckckckc, sebuah permintaan yang menggelikan. mudah-mudahan itu tidak menjadi wacana orang sekampung.


saya pun berkesempatan mengunjungi sebuah dusun di luar batas desa, dusun nyapah namanya. dengan menggunakan ketinting (perahu bermotor kecil), saya arungi sungai kelay menuju arah barat. sebuah pemandangan menakjubkan pun terhampar di sekeliling. baru saja kami melaju seratus meter, sebuah hutan buatan manusia terhampar di kanan kiri kami. tiba-tiba sepasang burung bangau tongtong hitam melintas perlahan di samping ketinting. tak lama setelah itu, seekor burung enggang yang dengan gagahnya melintas di atas perahu menuju puncak pohon tertinggi di sana. untung kami tak bertemu buaya, yang kabarnya juga ada di sungai itu, hanya terlihat dua ekor biawak yang sedang mengintai mangsanya di sisi kiri sungai.  saya pun melihat seekor burung raja udang melintas di depan ketinting kami. dengan warna biru kuning dan merah yang menyala, ia terlihat begitu anggun.

tak lama kami dimanjakan dengan hutan-hutan belantara ala kalimantan. sekelompok areal hutan yang tersisa, yang menjadi saksi betapa sejak tahun 1970an, teman-temannya telah menjadi korban kerakusan para pengusaha hph dan penguasa-penguasa bodoh di sini. beberapa bagian tampak dikonversi menjadi lahan ladang dan perkebunan masyarakat. mungkin sisa perladangan berpindah di masa lalu.

.. kalau aku punya surat hph, akan kurobek-robek dan aku bakar supaya gak ada izin membabat dan hutanku tetap lebat (slank - kalau aku jadi presiden)..

tiba-tiba mata saya terpaku pada sebuah barisan bukit kapur yang sangat menawan. hutan di atasnya masih tak terjamah, karena tingkat kesulitan yang tinggi dalam memanennya. syukurlah. bukit kapur ini seperti keluar dengan gagahnya di samping sungai kelay ini. tampak irisan batu kapur terlihat begitu jelasnya. membentuk beberapa tebing-tebing yang mengagumkan. sebuah gundukan yang menjadi saksi kegiatan vulkanik ratusan juta tahun yang lalu, hasil gejala alam yang sangat dahsyat. bahkan kabarnya, di semenanjung sangkulirang, sebelah tenggara kabupaten berau, terdapat sebuah formasi batuan kapur yang terluas di asia tenggara setelah papua. mengagumkan.


bukit kapur ini terbukti telah menjadi sumber pendapatan beberapa jutawan dadakan di kabupaten ini. dengan usaha mereka yang pantang menyerah untuk mendapatkan sarang burung walet di dalamnya, satu kilogram sarang burung walet super kabarnya dihargai dengan uang sebesar 15 juta rupiah!! wow. butuh nyali dan modal untuk bisa seperti itu. bahkan tak jarang nyawa pun jadi taruhannya. dengan hanya seutas tali mereka bisa berbulan-bulan berada di dalam gua, baik vertikal maupun horisontal, hanya untuk beberapa kilogram sarang.

yah.. dua minggu awal di kabupaten berau.. saya sudah disuguhi banyak pemandangan yang indah. segala macam lelah karena kegiatan penelitian di masyarakat pun tidak menjadi terasa berat. saya pun tiba-tiba jadi memiliki seorang calon istri nun jauh di belanda sana. yah, ini akibat pertanyaan seragam warga desa setelah asik mengobrol dengan saya di ladang mereka: mas, sudah punya istri? anak saya baru saja lulus sma loh.. bla bla bla.. dan setelah beberapa kali pertanyaan seragam tersebut, saya pun bisa dengan lantang mengatakan: belum menikah kok pak.. bu.. namun calon istri saya sudah ada.. dan menunggu di belanda sana… aih..….

o ya.. foto-foto bisa di lihat di sini yah.. (sumpah.. ngaplodnya.. ber jam jam.. eduun)

Photo Albumberau 2.0 (41 photos)Aug 15, '07 8:10 AM
for everyone

Blog Entryberau 1.0 (arrival)Aug 2, '07 12:13 AM
for everyone
akhirnya.. setelah perjalanan gelap gulita dari bogor pada jam 3 subuh.. saya menginjakan kaki juga di tanah berau ini. walaupun perjalanan dari balikpapan menuju berau lebih banyak di isi dengan doa, komat-kamit gak jelas, dan usaha menutup mata demi menghindari rasa takut akan pesawat berbaling-baling dobel ini. turbulence yang timbul juga kadang membuat semua dosa dan perbuatan di masa silam mencuat ke permukaan pikiran. ampun.. emaaaak, gue minta maap.

berau menyambut saya dengan hujan. segar rasanya. tiba di penginapan saya langsung merasa menemukan keindahan. penginapan di lantai atas dan cafe di lantai bawah. cafe yang langsung berbatasan dengan sungai kelay. jika sore hari tiba, duduk di samping cafe menikmati secangkir coffee dengan sebatang sampoerna mild terasa sangat nikmat sekali. bekerja ditemani semilir angin dan juga riuh rendah perahu bermotor yang sesekali melintas mengantarkan orang-orang yang hendak pulang ke tempat tujuannya, membuat waktu cepat sekali berlalu.

tapi saya tidak akan tertanam di sini saja. minggu depan saya harus mulai berkelana ke daerah pedalaman hutan dan pesisir laut sana. 10 desa sudah menanti untuk disambangi. semoga perjalanan berlangsung dengan lancar, data dapat terkumpul dengan baik, dan saya bisa menikmati perjalanan dengan enaknya. tak lupa, foto2 yang banyak tentunya.


saya merasa beruntung, hingga hari ke empat ini banyak orang yang telah menolong saya untuk mempermudah perencanaan perjalanan ini. teman-teman dari en-g-o bahkan dengan baik hatinya memberikan banyak informasi yang berguna untuk saya. ah.. saya merasa dipermudah. nuhun teh.. nuhun kang..


o ya.. berau juga terkenal dengan wisata lautnya. snorkeling dan diving menjadi andalan mereka. tertarik untuk join? datang yah setelah lebaran. insya allah.. saya bersama beberapa teman akan menikmati pulau derawan yang indah itu. kalau tidak percaya, silahkan googling saja. :D


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help